Setungkeplingsar Siap Menuju Desa Wisata

oleh -222 views
Kabid Pemasaran Dispar Lotim, Muhir didampingi Kades Setungkeplingsar, Saipul Muslimin melepas peserta lomba lintas alam explore 2019

LOMBOKSATU.com – Karang Taruna Sekarjati Desa Setungkeplingsar menggelar acara lomba lintas alam explore 2019, Setungkeplingsar menuju desa wisata yang diikuti sekolah dasar sampai SMA di Lombok Timur, Rabu (01/05/2019).

Kepala Desa Setungkeplingsar Kecamatan Keruak, Saipul Muslimin mengatakan, kegiatan yang diinisiasi pemuda ini untuk mengeksplorasi potensi wisata desa yang diproyeksikan sebagai salah satu pengembangan desa yang bisa dijadikan destinasi wisata Lombok Timur.

“Untuk diketahui, Desa Setungkeplingsar masih memegang teguh adat dan budaya meskipun diakui sudah mengalami pergesaran sebagai akibat kemajuan teknologi informasi,” papar Saipul.

Selain adat dan budaya, peninggalan tempat-tempat bersejarah yang masih disakralkan masih ada, seperi Makam Mereten, Kemalik Lingsar, Kemalik Sungus dan potensi alam. Makam Mereten yang terletak dibagian utara desa, menurut tradisi lisan merupakan makam salah seorang wali yang menyebarkan Islam abad XVII Masehi.

Sementara Kemalik Lingsar, kata kades dua periode ini menyebut, Kemalik Lingsar pernah dijadikan sebagai tempat persinggahan Datu Pejanggik saat melakukan pemantauan wilayah dan rakyatnya, karena di tempat itu terdapat aik embulan (air mata air) yang kekuar dari akar pohon besar dan tidak pernah kering sampai sekarang.

“Kalau Kemalik Sungus dijadikan sebagai tempat masyararakat sekitar melaksanakan ritual adat berupa nede (doa minta hujan) tempo dulu, dan masih banyak potensi yang akan kita kembangkan untuk memajukan pariwisata,” papar kades mantan jurnalis ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata Lombok Timur, Muhir dalam acara pelepasan lintas alam tersebut mengatakan, pengembangan pariwisata desa saat ini menjadi salah satu atensi pemerintah.

“Inti dari pariwisata itu adalah bagaimana mendatangkan para wisatawan untuk berkunjung dan memberikan hiburan yang bisa dinikmatinya di lokasi,” kata Muhir dihadapan peserta.

Muhir berharap Desa Setungkeplingsar harus mampu bersaing dengan desa lain untuk menunjukkan potensi pariwisatanya kepada dunia.

“Desa Setungkeplingsar harus mampu membuat event yang melibatkan peserta lebih besar. Dinas pariwisata siap membantu promosi karena saat ini telah dibentuk relawan pariwiasata Lombok Timur,” paparnya.

Untuk menyemangati peserta, Kabid Promosi dan Pemasaran ini langsung membuat kuis bagi peserta lintas alam yang akan diberikan hadiah senilai jutaan rupiah.

“Silakan ikuti kuis ini, nanti akan saya berikan hadiah melalui panitia,” pungkas Muhir disambut aplaus hadirin.
Sementara itu, salah seorang pemerhati wisata Lombok Timur, Hanapi, M.Si mengapresiasi terobosan yang dilakukan Karang Taruna Sekarjati dan Pemerintah Desa Setungkeplingsar. Hal ini dinilai sebagai kontribusi positif terhadap kemajuan pariwisata di Lombok Timur.

Selain wisata budaya, Setungkeplingsar juga memiliki potensi lain yang bisa dikembangkan. Salah satunya pembuatan kerajinan tikar pandan dan souvenir lainnya di Dusun Lingsar. Jika dikelola dengan maksimal akan mampu menjadi magnet bagi wisatawan yang akan berkunjung. Dari situ juga akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Agar lebih maksimal, pihaknya berharap pemerintah desa bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan travel dan para pelaku pariwisata untuk dimasukkan menjadi salah satu paket wisata.

“Jika digarap dengan baik, desa wisata Setungkeplingsar akan mampu bersaing dengan desa wisata lain di Lombok Timur. Namin hal membutuhkan upaya maksimal dan harus melibatkan masyarakat,” tutup Hanapi yang juga dosen Universitas Hamzanwadi ini. |Amaq Alya|

No More Posts Available.

No more pages to load.